22.07.2014
hari ini, di hari pengumuman pemilu ini, pumpkinetic akhirnya kumpul-kumpul lagi, pertamanya mau kumpul di SMS. tapi berhubunga Jakarta udah siaga 1, jadi balik lah ke BSD, nangkring di Teko aja. di Teko, nangkring dari jam setengah 5 sore, sampe jam 9 malem. segala sesuatu yang bisa diceritain, diceritain. bahas dari mulai peraturan sekolah yang berubah-ubah, masa-masa jaya Pumpkinetic pas SMA, kuliah, hasil pemilu presiden, daaaaann lain-lain yang gak penting. sebenernya Pumpkinetic ada 8 orang, tapi 1 biji manusia masih di Swiss, belom liburan. akhirnya kita skype deh rame-rame sama doi. kangennya maksimal tingkat gila. pokoknya hari ini puas banget. gokil lah, walaupun Pumpkinetic udah gak pernah nari bareng lagi, tetep rasa bangga itu nempel terus di hati gua #eaaa
Wednesday, July 23, 2014
Wednesday, July 16, 2014
Comfort Zone
segala sesuatu yang berhubungan dengan kebaikan didunia ini, memang tidaklah mudah. berbuat jahat, bertindak jahat, jauh lebih mudah. keluar dari zona kenyamanan, bukan sesuatu yang terpikirkan oleh semua orang. siapa yang mau keluar dari zona kenyamanan? walaupun zona itu bukanlah zona yang benar. tapi ketika orang sudah merasa nyaman, segala sesuatunya akan terasa benar. sama seperti yang saya alami saat ini, atau mungkin beberapa minggu yang lalu, ketika saya mulai merasa nyaman dengan kesalahan yang saya buat sendiri. jujur, saya tidak ingin mengakhirinya. saya tahu itu salah, semua orang pun tahu, tapi saya tidak ingin keluar. hingga akhirnya, detik ini, saya menyadari dan benar-benar menyadari bahwa zona nyaman yang saya anggap benar itu, tidak benar. sama sekali. sulit memang, sulit untuk mengakui, sulit untuk mengakhiri. tapi "berani memulai, harus berani mengakhiri". saya berani mulai memasuki zona nyaman ini. yah, berarti ini adalah saatnya dimana saya harus berani untuk mengakhiri.
kesedihan pasti jelas akan melanda. kegalauan? tidak usah diragukan. tapi setiap pilihan pasti ada konsekuensinya bukan?
bagi saya, saat ini, pilihan itu hanya ada 2. tetap berada dalam zona kenyamanan ini, tapi merusak pihak lain yang sebenarnya tidak ikut berada dalam zona ini; atau keluar dari zona nyaman ini dan menciptakan zona nyaman yang lain yang lebih benar, yang lebih nyaman, yang lebih membahagiakan, yang tidak merugikan pihak lain.
keluar dari zona nyaman bukan berarti saya harus benar-benar menghilang dari atmosfer zona itu. tidak. hanya saja, saya akhirnya bisa memutuskan untuk sedikit memberi jarak. jadi pilihan mana yang telah saya putuskan untuk dipilih? jelas saya akan memilih pilihan kedua, keluar dari zona nyaman ini sekaligus menghindari diri dari kemungkinan berbuat jahat. walaupun tidak akan mudah, tapi ini harus, dan akan saya lakukan. meskipun dengan terseret-seret.
sekian.
kesedihan pasti jelas akan melanda. kegalauan? tidak usah diragukan. tapi setiap pilihan pasti ada konsekuensinya bukan?
bagi saya, saat ini, pilihan itu hanya ada 2. tetap berada dalam zona kenyamanan ini, tapi merusak pihak lain yang sebenarnya tidak ikut berada dalam zona ini; atau keluar dari zona nyaman ini dan menciptakan zona nyaman yang lain yang lebih benar, yang lebih nyaman, yang lebih membahagiakan, yang tidak merugikan pihak lain.
keluar dari zona nyaman bukan berarti saya harus benar-benar menghilang dari atmosfer zona itu. tidak. hanya saja, saya akhirnya bisa memutuskan untuk sedikit memberi jarak. jadi pilihan mana yang telah saya putuskan untuk dipilih? jelas saya akan memilih pilihan kedua, keluar dari zona nyaman ini sekaligus menghindari diri dari kemungkinan berbuat jahat. walaupun tidak akan mudah, tapi ini harus, dan akan saya lakukan. meskipun dengan terseret-seret.
sekian.
Sunday, July 13, 2014
gagak dan sepasang merpati
dada ini sesak, menahan perasaan yang tidak seharunya ada..
hati ini sakit, menyaksikan kenyataan pahit yang harus diterima..
nafas ini berat, membayangkan kira-kira akan berakhir seperti apa..
memang seekor gagak tidak seharusnya menyukai seekor merpati..
merpati yang begitu indahnya selalu terbang didampingi pasangannya..
merpati yang memang akan lebih indah jika berdua, bukan sendiri..
gagak ini menyadari betapa buruk dirinya..
tidak sepadan dengan seekor merpati putih yang indah..
merpati putih yang tidak akan pernah dimilikinya..
gagak ini sakit, melihat kedua merpati ini terbang berdampingan..
gagak ini sedih, ketika tidak bisa berbuat apa-apa..
bahkan ketika disebelah merpati kesayangannya..
dari kejauhan, dilihatnya kedua merpati ini terbang dengan indahnya..
terlihat indah dan serasi terbang berdua..
akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi..
pergi, mungkin untuk selamanya..
pergi, untuk tidak merusak keindahan kedua merpati itu..
pergi, demi kebaikan bersama..
mungkin itu yang terbaik..
mungkin..
hati ini sakit, menyaksikan kenyataan pahit yang harus diterima..
nafas ini berat, membayangkan kira-kira akan berakhir seperti apa..
memang seekor gagak tidak seharusnya menyukai seekor merpati..
merpati yang begitu indahnya selalu terbang didampingi pasangannya..
merpati yang memang akan lebih indah jika berdua, bukan sendiri..
gagak ini menyadari betapa buruk dirinya..
tidak sepadan dengan seekor merpati putih yang indah..
merpati putih yang tidak akan pernah dimilikinya..
gagak ini sakit, melihat kedua merpati ini terbang berdampingan..
gagak ini sedih, ketika tidak bisa berbuat apa-apa..
bahkan ketika disebelah merpati kesayangannya..
dari kejauhan, dilihatnya kedua merpati ini terbang dengan indahnya..
terlihat indah dan serasi terbang berdua..
akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi..
pergi, mungkin untuk selamanya..
pergi, untuk tidak merusak keindahan kedua merpati itu..
pergi, demi kebaikan bersama..
mungkin itu yang terbaik..
mungkin..
Friday, July 11, 2014
believe or not..
my dad just talked to me, about things I've been feeling lately..
about things that made me sad..
about things that I can't hold not to cry..
I don't know if it's a sixth sense or what..
or maybe it's parental feelings..
but, the moment my dad and mom start to talk about it..
I cried.. literally cry, couldn't even hold it..
not even a little..
my dad just talked to me, about things I've been feeling lately..
about things that made me sad..
about things that I can't hold not to cry..
I don't know if it's a sixth sense or what..
or maybe it's parental feelings..
but, the moment my dad and mom start to talk about it..
I cried.. literally cry, couldn't even hold it..
not even a little..
Tuesday, July 8, 2014
LiuZhou - NanNing - KualaLumpur - Jakarta
again, setelah sekian lama akhirnya gua bisa buka lagi ini blog. gua sekarang di Malaysia, nungguin flight besok pagi buat balik ke Jakarta. akhirnya, laptop gua ada gunanya juga, di China, facebook, twitter, youtube, blogger, gak bisa kepake semua. begitu sampe Malaysia baru bisa idup semua. haha
00.31 waktu Malaysia
mata udah rasanya gak jelas burem-burem gara-gara kelamaan pake softlens, setengah perjalanan menuju Jakarta. badan kok rasanya cape banget ya? beberapa hari yang lalu, gua mulai mindahin barang-barang dari kamar lama, ke kamar baru. berhubung barang gua banyak banget, jadinya bolak balik deh tuh naik turun lantai 5 ke lantai 6. tadi pagi, harusnya jam 5 gua udah bangun buat nyelesaiin barang pindahan ke lantai 6, tapi kesiangan. jam 7 kurang 15 baru bangun, alhasil kaya orang kebakaran jenggot deh itu mindah-mindahin barangnya. sambil siap-siap mau pulang ke Jakarta. jam setengah 8 akhirnya kita (gua, Rita, Ko Daniel, Aldo) udah keluar asrama menuju stasiun bus. setengah perjalanan, ngitung-ngitung jam, kayaknya gak bakal keburu ngejar bus yang jam 9. alhasil kita naik taksi deh itu ke stasiun. sampe stasiun, gak lama langsung naik bus, langsung jalan. perjalanan sekitar 4 jam, akhirnya sampe di kota NanNing, airportnya disana. sampe NanNing sekitar jam 1an. langsung cari shuttle bus lagi ke airportnya, sekitar 45 menit, akhirnya sampe di airport. berarti jam 2an udah sampe airport. nungguin pesawat flight jam 5.30, kita bisa leha-leha tapi ya gak bisa tidur kan.
pas udah mau masuk boarding, kita pikir, masih lama jadi duduk anteng aja antri. ternyata salah antrian, penumpang yang ke malaysia udah boarding semua. akhirnya kaya orang gila lah kita masuk lari-lari. tapi belom telat, jam 5.30 pesawat terbang. sekitar 4 jam, sampelah kita di Malaysia. jam 9an lebih kita landing di Kuala Lumpur. sampe sekarang, hampir jam 1 subuh, kita nongkrong di Starbucks, nungguin flight ke Jakarta jam 7 pagi nanti. brati masih ada 6 jam lagi sebelum flight berikutnya. badan rasanya udah mau copot, ngebayangin flight 1 jam lagi, baru bisa sampe Jakarta. haish, yang penting laptop bisa buat main lah, kalo misalnya nunggu segini lama di China sih bisa bingung mau ngapain, laptop gak bisa kepake. cuma sekarang ini wifi antara ada dan tiada. ada ilang terus dari tadi. belom masih perlu bongkar koper lagi biar gak overweight. mana perasaan sedih banget lagi mau pisah sama temen-temen.
ada yang pulang ke Surabaya, ada yang ke Thailand, ada yang ke Kalimantan. gak tau kapan bisa ketemu lagi. biasanya sehari-hari ketemu terus di asrama, sekarang pisah-pisah jauh-jauh. sedih bener rasanya. apalagi sama roommate, doi udah gak lanjut lagi tahun depan, sedangkan gua masih gak tau bakal ada beberapa tahun kedepan. jadi kerjaan gua nangis mulu belakangan, uring-uringan melulu. ckck. sekian, nanti pulang sampe Jakarta, baru ngeblog ngeblog lagi sampe bosen :D
00.31 waktu Malaysia
mata udah rasanya gak jelas burem-burem gara-gara kelamaan pake softlens, setengah perjalanan menuju Jakarta. badan kok rasanya cape banget ya? beberapa hari yang lalu, gua mulai mindahin barang-barang dari kamar lama, ke kamar baru. berhubung barang gua banyak banget, jadinya bolak balik deh tuh naik turun lantai 5 ke lantai 6. tadi pagi, harusnya jam 5 gua udah bangun buat nyelesaiin barang pindahan ke lantai 6, tapi kesiangan. jam 7 kurang 15 baru bangun, alhasil kaya orang kebakaran jenggot deh itu mindah-mindahin barangnya. sambil siap-siap mau pulang ke Jakarta. jam setengah 8 akhirnya kita (gua, Rita, Ko Daniel, Aldo) udah keluar asrama menuju stasiun bus. setengah perjalanan, ngitung-ngitung jam, kayaknya gak bakal keburu ngejar bus yang jam 9. alhasil kita naik taksi deh itu ke stasiun. sampe stasiun, gak lama langsung naik bus, langsung jalan. perjalanan sekitar 4 jam, akhirnya sampe di kota NanNing, airportnya disana. sampe NanNing sekitar jam 1an. langsung cari shuttle bus lagi ke airportnya, sekitar 45 menit, akhirnya sampe di airport. berarti jam 2an udah sampe airport. nungguin pesawat flight jam 5.30, kita bisa leha-leha tapi ya gak bisa tidur kan.
pas udah mau masuk boarding, kita pikir, masih lama jadi duduk anteng aja antri. ternyata salah antrian, penumpang yang ke malaysia udah boarding semua. akhirnya kaya orang gila lah kita masuk lari-lari. tapi belom telat, jam 5.30 pesawat terbang. sekitar 4 jam, sampelah kita di Malaysia. jam 9an lebih kita landing di Kuala Lumpur. sampe sekarang, hampir jam 1 subuh, kita nongkrong di Starbucks, nungguin flight ke Jakarta jam 7 pagi nanti. brati masih ada 6 jam lagi sebelum flight berikutnya. badan rasanya udah mau copot, ngebayangin flight 1 jam lagi, baru bisa sampe Jakarta. haish, yang penting laptop bisa buat main lah, kalo misalnya nunggu segini lama di China sih bisa bingung mau ngapain, laptop gak bisa kepake. cuma sekarang ini wifi antara ada dan tiada. ada ilang terus dari tadi. belom masih perlu bongkar koper lagi biar gak overweight. mana perasaan sedih banget lagi mau pisah sama temen-temen.
ada yang pulang ke Surabaya, ada yang ke Thailand, ada yang ke Kalimantan. gak tau kapan bisa ketemu lagi. biasanya sehari-hari ketemu terus di asrama, sekarang pisah-pisah jauh-jauh. sedih bener rasanya. apalagi sama roommate, doi udah gak lanjut lagi tahun depan, sedangkan gua masih gak tau bakal ada beberapa tahun kedepan. jadi kerjaan gua nangis mulu belakangan, uring-uringan melulu. ckck. sekian, nanti pulang sampe Jakarta, baru ngeblog ngeblog lagi sampe bosen :D
Thursday, June 12, 2014
put a faith in love
One day, there was a guy in love with a girl. This guy isn’t a really good guy, he didn’t graduate from school and stuffs. This guy, he was unconditionally in love with this girl. Her voice, her laughter, everything. They never really meet up, her friends introduce the guy with the girl. But unfortunately, this girl is not in love with the guy. Not at all. Even her parents, didn’t accept him to be with their daughter. But the guy, always call her, just to talk about things. And she always refuse to be on the phone with this guy. She always find excuses to end up the call. He never give up and there was one day, when he came to her house. To meet up, and what did she said? She said “if you really love me, fix your life, be a better one, and come back to me in the next few years, I might could be with you in that time.” And he go, they lose contact for 2 years. And after 2 years, he really came back to this girl. Brought his brand new better life. And in that time, this girl said that she started to had a feeling for him. And now they got married already, and born a boy. They teaches this boy a very good thing; how to love without conditions, to love without doubt. There is one line he always remember “sometimes, you don’t have to love the one who you love, but you have to love someone that loves you, and that what I called love”
The point is, have faith on what you believes, and prove things to get what you want.
Wednesday, February 5, 2014
China
kayaknya dari post-post sebelumnya gue gak pernah bahas soal kuliah, China, dan segala jenisnya yg berbau-bau "abis lulus SMA mau ngapain". sejak September 2013 kemaren, gue setengah mati cari cara begimana caranya biar bisa buka blogger. Kenapa gak bisa? Karena gue lanjut skolah ke China, dan di China blogger entah kenapa di block. Bahkan Twitter, Facebook, Youtube pun ikut-ikutan di block. Bisa pake 1 application, tapi kan cape aja buka pake itu application yang cuma bisa di install di windows, sedangkan apesnya gue pake Apple. Nice! Singkat cerita, akhirnya gue mulai jarang buka Twitter dan kawan-kawannya. Kalo udah kepepet banget bosennya, baru buka deh.
China. Awalnya, I swear to God China itu negara terakhir yang pengen gue datengin, mungkin. Tapi apa daya bokap nyokap pengen gue sekolah ke China, so ke China lah gue. Awal-awal belajar bahasa di China, oke this is fun. Tapi pelajaran cuma dari jam 8.20 sampe jam 12 siang. after that? kosong melompong alias bingung mau ngapain. Untungnya gue cocok sama temen sekamar gue, Rita. Disana juga gue ketemu lumayan banyak temen, ada cowo ada cewe. And those are Chinese, cara ngobrolnya ya mandarin, padahal mandarin gue kan masih hancur berantakan begini, hajar aja deh.
Semakin lama, gue semakin masuk ke cara hidup mereka. Dari mulai pake application-application China, sampe pokoknya udah gak apa2 "ah merk ini gada ya disini?" alias bergantungan sama merk yang ada di indo, sampe udah 100% udah gak bergantungan. Tapi 1 yang selalu jadi kendala gue, bosennya ampun ampun di kamar seharian. Apalagi kalo weekend. Akhirnya gue memutuskan buat pelihara anjing kecil, Xiao Qiang.
China. Awalnya, I swear to God China itu negara terakhir yang pengen gue datengin, mungkin. Tapi apa daya bokap nyokap pengen gue sekolah ke China, so ke China lah gue. Awal-awal belajar bahasa di China, oke this is fun. Tapi pelajaran cuma dari jam 8.20 sampe jam 12 siang. after that? kosong melompong alias bingung mau ngapain. Untungnya gue cocok sama temen sekamar gue, Rita. Disana juga gue ketemu lumayan banyak temen, ada cowo ada cewe. And those are Chinese, cara ngobrolnya ya mandarin, padahal mandarin gue kan masih hancur berantakan begini, hajar aja deh.
Semakin lama, gue semakin masuk ke cara hidup mereka. Dari mulai pake application-application China, sampe pokoknya udah gak apa2 "ah merk ini gada ya disini?" alias bergantungan sama merk yang ada di indo, sampe udah 100% udah gak bergantungan. Tapi 1 yang selalu jadi kendala gue, bosennya ampun ampun di kamar seharian. Apalagi kalo weekend. Akhirnya gue memutuskan buat pelihara anjing kecil, Xiao Qiang.
That's my dog, with my love one. Setelah adanya si Xiao Qiang, gue jadi jarang banget bosen. Selalu ada mainan yang lucu banget. Ditambah adanya si darling, Xiao Jun. Hari-hari gue jadi jarang banget bosennya. That guy motivate me to keep on learning mandarin. He treated me so well. Pokoknya till now, I think he is the one :)
Back to cerita di China, sebenernya ini cerita udah pernah di post roommate gue di Tumblr. Nih link nya http://ritaucil.tumblr.com/post/62251270169/my-first-scary-story-here
Dan, karena di China gak bisa blogging, akhirnya gue pindah ke Tumblr.
Subscribe to:
Posts (Atom)