Showing posts with label Tessa ft Angie Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Tessa ft Angie Cerpen. Show all posts

Monday, November 28, 2011

Cerpen 7

"Hm, sorry banget, Liz. Ntar malem aku ga bisa, ada acara keluarga. Kapan2 aja ya..." kata justin, lembut. 
"Oh yaudahdeh, dadah!" jawab lizzie yang tetap ceria, sembari memutuskan koneksi teleponnya.

Lizzie meletakan telepon mungilnya yang berwarna ungu-pink hasil modifikasinya di sebelah boneka teddy bear kesukaannya. Lizzie merasa agak kecewa karena ternyata Justin tidak bisa menemaninya minum kopi di toko coklat langganannya. Ia tiduran menengadah ke langit-langit kamarnya, lalu kemudian pikirannya pun berlarian kemana-mana. Tiba-tiba saja terbayang muka Justin di benaknya, betapa indah matanya yang berwarna biru. Betapa kerennya ia ketika berbicara kepada Lizzie, cara memandang Lizzie. Ia membiarkan pikirannya merajalela, hingga tak sadar ia pun tertidur pulas. Tepat pukul 7.00 ia terbangun dari mimpi indahnya.

"hoamm.... sudah jam 7. Aduh apek banget badanku. Mandi aaaah..."
lalu Lizzie pun segera mengambil handuk dan langsung masuk ke kamar mandi. Seselesainya ia mandi, ia kembali lagi ke kamarnya sambil menyalakan lagu Claire de Lune kesukaannya. Setelah mengenakan baju, baru saja ia ingin keluar kamarnya, tiba-tiba HPnya bergetar, segera ia berbalik dan menyambar HPnya.

1 New Message
Justin


Dengan senyum yang mengembang di bibirnya, ia pun membuka sms dari Justin. "Liz, aku di depan rumahmu :)" Lizzie terlonjak dari kasurnya dan segera berlari turun ke bawah.  
"Justin? Katanya gakbisa?"
"Eh, iya. Tapi setelah kupikir-pikir, aku juga pengen hot mocca nya nih," kata Justin sembari melemparkan senyum manisnya. Matanya yang biru kembali bercahaya.
"Oh, yaudah, aku ambil jaket dulu ya sebentar," jawab Lizzie sambil tersenyum.

*****

Selama perjalanan menuju toko coklat, Lizzie tidak bisa berhenti tersenyum. Ia sangat tidak menyangka bahwa Justin akan berubah pikiran dan menjemputnya. Tiba-tiba telepon Justin berbunyi, sesaat ia meliat HPnya, tapi kemudian ia menekan tombol reject. Entah siapa yang meneleponnya, tapi Lizzie rasa Justin agak terganggu dengan telepon itu.
"Kok gak di angkat, Justin? dari siapa?" tanya Lizzie penasaran.
"oh enggak, itu mama ku. Paling-paling pesan pulangnya jangan malem" jawab Justin.
"ooohhhhh...."

*****

Sementara itu di rumah Katarina....

"ih Justin kemana sih?di telpon kok ga angkat-angkat" Katarina sedang marah-marah sendiri karena Justin seenaknya membatalkan janji dengan dirinya. Ia pun mencoba untuk menelepon Justin berkali-kali, telepon pertama tidak diangkat oleh Justin. Saat ia mencoba untuk meneleponnya lagi, ternyata HP Justin sudah mati.
"eeerghh.. " Katarina kesal dan memutuskan untuk menunggu Justin di rumahnya.

to be continue in Angie's blog...

Monday, October 31, 2011

Cerpen 5

Sementara itu, di depan sekolah Lizzie tak henti-hentinya memandangi Justin makan es krim coklat itu. caranya menyendok es krim ke dalam mulutnya, caranya berbicara, caranya tertawa, bau wangi tubuhnya, semua membuat Lizzie seolah tak sadarkan diri. Ia benar-benar sudah jatuh cinta dengan Justin. bahkan ketika ada seorang teman sekelasnya yang bernama Lucy memanggilnya, ia tidak menengok sedikitpun.
"hallo?Lizzie kok bengong??" kata Justin sambil melambai-lambaikan tangannya di depan muka Lizzie.
"ehh..iy..iyaa..kenapaa?" Lizzie tersentak, lalu mukanya pun memerah tiba-tiba bahkan sebelum ia menyadarinya
"loh?ditanya kok mukanya merah?hahaha kamu lucu deh" kata Justin, rasanya semua yang Lizzie perbuat lucu bagi Justin. mau tidak mau Lizzie pun ikut tertawa menyadari kebodohannya.
"itu dipanggil Lucy kamu dari tadi, tapi kamu tidak dengar, kayanya dia ngambek deh.."
"oh ya?dimana?" kata Lizzie kaget, ia tahu Lucy pasti mau membicarakan soal kerja kelompok mereka.
"udah pulang tadi, abis kamu ga nengok-nengok sih"
"yahh..ya udah deh nanti aku telpon dia aja..."

kemudian mereka pun melanjutkan makan es krim sambil bercanda-canda. dunia serasa milik berdua bagi mereka, bahkan mungkin kalaupun ada bom di seberang jalanpun mereka tidak akan mendengarnya. begitu terlarut dalam canda-tawa mereka tak sadar dari jauh ada 2 pasang mata yang menyaksikan kejadian tersebut. Diana melihat betapa bahagianya Lizzie tertawa bersama Justin. tak pernah ia melihat Lizzie sebahagia itu. Diana pun jadi tidak tega untuk mengatakan kepada Lizzie, kebenaran yang ia ketahui dari Gary tentang Justin. "Justin, kau boleh bersamanya..tapi awas kalau sampai kau menyakiti hati Lizzie.." kata Diana pelan.

***

bersambung.. (cerpen 6)

Friday, September 30, 2011

cerpen 3

besok paginya, sebelum jam weker Lizzie berbunyi, ia sudah bangun, bahkan sudah selesai mandi. entah apa yang membuat ia bisa bangun se pagi itu. padahal biasanya setelah jam weker bunyi 3x baru Lizzie benar-benar bangun. setelah selesai merapikan buku, Lizzie turun ke bawah dan mencomot roti nya lalu duduk di depan TV. jam masih menunjukkan pukul 7 pagi, padahal sekolah Lizzie dimulai pukul 8.30. setelah mengganti-ganti channel TV, akhirnya ia menemukan film shincan. salah satu film kartun favoritnya.

"loh?non Lizzie kok sudah siap?" supir pribadi Lizzie kaget melihat Lizzie sudah siap berangkat ke sekolah. "mau saya antar sekarang non?" "oh ga udah pak. ga tau nih saya bangunnya kepagian kayaknya. nanti kalo saya mau berangkat, saya bilang bapak. bapak makan dulu aja pak" kata Lizzie walaupun mata nya tak lepas dari TV. "baik, terima kasih non" kemudian pak Udin pun pergi ke dapur. sambil nonton TV, pikiran Lizzie melayang ke Justin, matanya yang biru sering membuat dunia seakan berhenti, bahkan ketika Lizzie melihat Justin tertawa bersama teman-temannya, Lizzie bisa mendadak tersenyum sendiri. perlahan Lizzie mulai mengenal Justin, bagaimana si mata biru itu sering usil di tengah pelajaran, bahkan tak jarang ia mengajak Lizzie untuk mengerjai gurunya. Lizzie pun senyum-senyum sendiri membayangkan Justin, matanya yang tadi tertuju ke TV sekarang hanya menatap layar itu dengan tatapan kosong, kemudian ia menepis jauh-jauh pikirannya tentang Justin. teringat dengan kata-kata Diana kemarin membuat mukanya memerah. kemudian ia melihat jam tangannya, saat ini jam masih menunjukkan pukul 7.30, masih lama sekolah akan di mulai, tapi ia ingin pergi ke toko coklat sebentar, maka ia pun memutuskan untuk berangkat ke sekolah. "pak ayo berangkat sekarang, saya mau ke toko coklat langganan".

perjalanan dari rumahnya ke toko coklat itu tidak terlalu padat, mungkin karena masih pagi. ia sampai di toko itu kurang lebih 15 menit. sesampainya di sana, ia melihat ada sebuah motor besar berwarna merah. motor itu tidak tampak asing bagi Lizzie, tapi ia cuek dan masuk ke dalam toko. di dalam toko, ternyata ada Justin sedang bengong sambil memegang coklat. Lizzie kaget, dan ia jadi salah tingkah. tak sengaja ia menjatuhkan vas bunga yang ada di tengah toko. dan Justin pun tersadar dari dunianya. melihat Lizzie panik sekaligus malu, ia pun tersenyum lalu membantu Lizzie.
"heh?apa tuh pecah??" tiba-tiba pemilik toko itu pun keluar.
"aduhhh Lizzie, kenapa bisa pecah vas nya??itu mahaaaal"
"aduh maaf maaf pak, saya tidak melihatnya tadi, nanti saya ganti rugi..berapa harganya?"
"ah sudahlah lupakan saja..Lizzie mau beli apa?"
"hah?gapapa nih pak saya ga ganti?"
"iya beneran gapapa..Lizzie mau coklat yang mana?yang biasa?"
"em..ia deh pak..sekali lagi maaf ya pak" pemilik toko itu mengangguk sambil tersenyum dan pergi ke belakang. setelah ia membayar coklat itu, Lizzie pun jadi duduk dengan Justin. mereka berbincang-bincang lama sekali, sambil tertawa-tawa. tak menyangka akan bertemu di toko ini.

bersambung.. (cerpen 4)

Thursday, September 22, 2011

Cerpen 1

tak lama mereka menyoraki kami karena mereka nampaknya juga ingin mengenal teman-teman sekelasnya dengan lebih baik. kupikir, kegugupanku akan segera lenyap karena adanya sorakan-sorakan tadi. tapi ternyata belum. setelah mereka semua kembali berkenalan dengan teman-teman ku yang lain, Justin pun kembali membalikkan badan ke arahku, lalu berkata "jangan di ambil hati ya Lizz, mereka teman-temanku, memang suka begitu.." dan sekali lagi, bibirku pun membeku. aku tak kunjung menjawab perkataannya. "haloo?kan bengong lagi..hahaha" aku tersentak, dan ikut tertawa sambil memerah mukaku. "haha iya Justin, aku tahu kok". kemudian kami (akhirnya aku bisa bicara) berbincang-bincang tentang banyak hal. seperti, ia menceritakan berbagai kenakalannya tahun ajaran lalu. tapi sebagian besar yang ia ceritakan, aku sudah tahu hanya saja aku tidak tahu bahwa orang tuanya sudah lama bercerai, tapi itu bukan masalah bagiku. 30 menit terasa seperti beberapa detik bagi kami. semakin lama aku semakin luwes ngobrol dengannya. dari hal yang penting sampai yang tidak penting semua kami bicarakan. kemudian pelajaran pun dilanjutkan dengan perkenalan ke setiap mata pelajaran.

tiba-tiba bel pulang sekolah pun berbunyi. biasanya, aku akan sangat semangat kalau bel pulang sudah berbunyi. tapi entah kenapa, kali ini aku merasa ingin selalu berada di sekolah. mungkin karena adanya si 'punggung putih' yang sedaritadi ku pandang. "aku pulang duluan ya, see you tommorow" katanya sambil melambaikan tangan dan tersenyum, senyumnya yang hangat itu. rasanya aku ingin melonjak ke atas meja saat itu juga. aku pun balas melambaikan tangan sambil (berusaha) tersenyum sebaik mungkin. aku terus memperhatikannya, tanpa ku sadari, kelas sudah kosong. aku pun bergegas lari ke luar sekolah, takut dengan hal-hal yang tidak terlihat di sekolah ini. hiiiiii......

bersambung.. (cerpen 2)

Tuesday, September 20, 2011

Cerpen Tandom (tessangie)

Senyum itu menghias pagi ini. aku pergi ke sekolah dengan 1/4 semangatku, sebelum akhirnya aku bertemu dengannya. tatapannya yang dingin membuatku membeku saat melihatnya. kibasan rambutnya yang lembut membuatnya terlihat lebih hawt. pancaran matanya yang biru seakan membuat dunia ini berhenti berputar. bagaikan sinar mentari yang terbit dari sebelah timur, menerangi permukaan bumi sampai ke barat, ia menerangi hariku, dari ujung kepalaku sampai ujung jari kakiku. tiba-tiba semangatku bangkit kembali, dan aku siap masuk ke kelas (?)

Pelajaran demi pelajaran aku lewati dengan memandangi sebuah punggung putih. punggung milik laki-laki bermata biru itu. hari pertamaku di tahun ajaran ini akan berbeda. karena ada dia, orang yang selalu kulihat dari balik bayang-bayang, yang selalu kulihat dari ekor mata saat melewatinya. sekarang, ia ada di depan mataku. kuharap, ini adalah permulaan yang baik.

masih ku pandangi punggung itu. hingga tiba-tiba (jeng jeng jeng jeng!!!) saatnya bagi kami sekelas untuk saling berkenalan, dan tak kusangka, ia menoleh dan mengulurkan tangannya kepadaku. Dunia seakan berputar 2 kali dalam sehari. Tanganku dingin, bibirku membeku, tangan pun tak kunjung menyambut uluran tangannya. "Halo?" katanya tiba-tiba, memecah suasana beku dalam diriku. mataku langsung menuju matanya, matanya yang biru itu. "eh....ya? haloo k-k-kenapa?" kataku sambil berusaha menarik kedua ujung bibirku untuk tersenyum. "Kok bengong? kita kan disuruh kenalan" katanya disertai tawa canda yang membuat jantungku berdegup sangat kencang seperti drum sirkus yang menyambut singa jantan. aku pun menyambut tangan kanannya. "wah, tanganmu kok dingin?". Seketika kutarik tanganku, salah tingkah, mukaku pun memerah. Tiba-tiba seorang teman di sebelahku menyorakiku dengan keras "cieeeee......Lizzie sama Justin..CIEEEEEE..." sorakan itu semakin membahana di kelas art sekolah Internasional ini. Aku malu sekali, tapi ternyata Justin malah tertawa-tawa bercanda, dan aku pun menjadi terbawa suasana.

bersambung... (cerpen 1)